Selasa, 06 Januari 2015

TUGAS RIEVIEW/KAJIAN JURNAL PRE UAS MATA KULIAH "KIMIA DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN INDUSTRI"



Riviewew dan kajian jurnal yang bejudul “Bio Energi Berbasis Jagung dan Pemanfaatan Limbahnya”
Karya Teguh Wikan Widodo, A. Asari, Ana N.dan Elita, R. (Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Serpong Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian)

1. Latar Belakang.
            Tujuan pembuatan jurnal dan adanya penelitian akan hal tersebut adalah karena adanya kenaikan harga bahan bakar minyak dan menipisnya cadangan sumber minyak bumi di Indonesia dapat menjadi penghambat pembangunan pertanian berkelanjutan. Kami pilih limbah jagung sebagai energi alternatife karena jagung dan limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bioenergi dengan teknologi konversi energi yang ada saat ini, di antaranya adalah
1. Sebagai bahan bakar tungku untuk proses pengeringan atau pemanasan.
2. Sebagai bahan bakar padat untuk proses pirolisis dan gasifikasi.
3. Sebagai bahan baku pembuatan ethanol.
4. Sebagai bahan baku potential pembuatan biodiesel.

2. Methode
            Ada beberapa methode yang bisa digunakan dalam memanfaatkan jagung tersebut, Semua bergantung pada bahan bakar apa yang ingin kita hasilkan dari komponen tumbuhan jagung (Zea Mays).
1. Bahan Bakar Padat.
    Kita harus membentuk tongkol jagung dalam bentuk arang “Carbonization”
a.       Proses pembakaran pada suhu berkisar 150-600oC dengan udara yang sangat terbatas.
b.      Karbonisasi disesuaikan pada tekanan 1,2 Mpa.
c.       Setelah 2 menit pemanasan dan aliran udara pada autoclave dihentikan setelah 18 menit.
d.      Produktivitas fixed-carbon akan mencapai 100%.
     Pemanfaatan panas langsung yang paling banyak dilakukan orang adalah untuk memasak atau pengeringan dengan menggunakan tungku. Jika panas yang dihasilkan dipergunakan untuk memanaskan ketel uap maka dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga mekanis atau listrik.
2. Bahan Padat Untuk Proses Pirolisa dan Gasifikasi.
            Pirolisa merupakan proses pemanfaatan limbah dengan cara pembakaran tidak sempurna pada suhu yang relatif rendah yaitu sekitar 400-500oC. Proses pirolisa menghasilkan gas dengan nilai kalor 4000 kJ/Nm3 gas, minyak cair (bio-oil) dengan nilai kalor 16000-17000 kJ/kg dan arang. Gas yang terbentuk dapat dipergunakan untuk menghasilkan udara panas, menggerakkan motor atau membangkitkan tenaga listrik.
            Pada proses gasifikasi, terjadi pembakaran tidak sempurna pada suhu yang relatif tinggi, yaitu sekitar 900-1200oC. Proses gasifikasi menghasilkan produk tunggal berupa gas dengan nilai kalori 4000-5000 kJ/Nm3. Gas yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan udara panas, menggerakkan motor dan dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. Konversi energi dengan cara
gasifikasi efisiensi panasnya mencapai 50-70%. Proses pembentukan gas pada system ini merupakan kelanjutan dari proses pirolisa.
3. Ethanol dan 2,3 butanadiol.
            Ethanol dan 2,3 butanadiol merupakan bahan bakar alkohol yang berasal dari proses fermentasi gula atau molase.
Proses pembuatan Ethanol bisa digambarkan sebagai berikut:
a.       Proses substract atau molase
b.      Limbah yang menganndung selulosa dan tepung di proses pretreatment.
c.       Kemudian hasil pretreatment digabungkan dengan hasil substract/molase.
d.      Karbohidrat yang dihasilkan di lakukukan proses khamir atau ragi.
e.       Kemudian akan menghasilka suatu Ethanol atau alkohol.
4. Biodiesel
            Secara umum ada empat cara pemanfaatan dan pembuatan biodiesel, yaitu: (1) minyak digunakan langsung atau sebagai bahan campuran, (2) microemulsi, (3) pirolisa, (4) transesterifikasi (Ma & Hanna,1999). Proses yang paling umum dilakukan adalah proses tranesterifikasi. Pada proses transesterfikasi, reaksi bertahap dari triglycerida menjadi diglycerida, kemudian menjadi monoglycerida dan monoglycerida diubah menjadi fatty acid esters. Penggunaan minyak atau minyak bekas (used oil) secara langsung dapat dilakukan, namun dapat mengkontaminasi oli pelumas dan dapat mengakibatkan tingginya karbon deposit yang disebabkan oleh viskositas bahan yang cukup tinggi.
5. Pemanfaatan limbah jagung dan pengembangan produk samping
            Jagung memiliki banyak kegunaan, diantaranya yaitu: daun sebagai hijauan pakan ruminansia, biji jagung sebagai sumber energi ternak unggas, sedangkan limbah jagung lainnya seperti kulit jagung, bonggol jagung dan dedak jagung dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pemanfaatan tongkol jagung untuk pakan ternak melalui proses fermentasi dengan cara mencampur tongkol jagung dengan bakteri trikoderma dan gula pasir (Prasetyo, 2002; Ditjen. Peternakan, 2003).

3. Hasil
            Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kimia tongkol jagung (Lachke, 2002) menunjukan bahwa :
1.      Kadar air 13,9
2.      Abu 1,17
3.      C 43,42
4.      H 6,32
5.      O 46,69
6.      N 0,67
7.      S 0,07
8.      Abu 2,30
9.      HHV (MJ/kg) 14,7-18,9
Kandungan energi tongkol jagung: 3.500–4.500 kkal/ kg atau 14.7-18.9 MJ/kg, suhu pembakaran dapat mencapai 205oC.

4. Kesimpulan
            Dari data yang ada kami menyimpulkan bahwa:
Ø  Tanaman jagung (Zea mays) tidak hanya sebagai sumber pangan yang penting bagi kehidupan tapi juga sebagai sumber energi terbarukan dengan teknologi konversi energi yang ada saat ini, di antaranya adalah (1) sebagai bahan bakar tungku untuk proses pengeringan atau pemanasan, (2) sebagai bahan bakar padat untuk proses pirolisis dan gasifikasi, (3) sebagai bahan baku pembuatan ethanol dan (4) sebagai bahan baku potential pembuatan biodiesel.
Ø  Pemanfaatan limbah jagung dan turunan produk berbahan baku jagung sebagai sumber energi terbarukan cukup potensial untuk dikembangkan di Indonesia, namun penggunaan secara optimal perlu dikaji agar diperoleh keuntungan yang maksimal.



5. Saran
            Saran saya untuk jurnal tersebut, ,menurut saya pribadi untuk data atau hasil analisis yang ada masih kurang maksimal karena si pembaca masih kurang mengerti satuan yang tertera.
Harapannya jurnal tersebut tidak hanya sebagai media saja tapi tentang pemanfaatan bio energi jagung dan limbahnya bisa diterapkan karena kondisi stok bahan bakar yang ada dibumi kita mungkin bisa dibilang krisis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar